Loading...
Saturday, 03 Dec 2022

Career Development Center

Atma Jaya Catholic University of Indonesia

5 Tips Menulis Pengalaman di CV Agar HRD Tertarik, Siap Interview?

Berita Umum | 09 September 2022 10:53 wib
CV menjadi berkas lamaran kerja yang sangat krusial. Sebab, dokumen yang satu ini mampu memikat HRD dan membuat kamu lolos ke tahap interview jika terlihat bagus dan menarik. Oleh sebab itu, sebaiknya CV dibuat semaksimal mungkin, salah satunya dengan menuliskan serangkaian pengalaman yang dimiliki.

Dalam menulisnya pun gak bisa sembarangan, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat menulis pengalaman di CV.


1. Urutkan pengalaman dari yang terbaru
    Tips pertama yang perlu dilakukan adalah menulis pengalaman kerja secara berurutan. Dilansir Live Career, Erin Carini,     seorang career advice expert, menyebutkan bahwa tulislah pengalaman terbaru di paling atas, lalu urutkan hingga pengalaman     terlama berada di bagian paling bawah.

    Hal tersebut bertujuan agar HRD dapat melihat secara sekilas berapa lama kamu telah bekerja. HRD pun akan melihat     progress pengalaman bekerja kamu secara mudah dengan screening, tanpa harus membaca keseluruhan CV.


2. Gunakan poin-poin

    Ketika menulis pengalaman kerja, tentunya ada pula deskripsi pekerjaan atau pencapaian. Dilansir Kick Resume, Nikoleta     Žišková, seorang jurnalis untuk Career Guide, menyebutkan jika poin-poin dapat ditulis dengan kombinasi paragraf pendek,     jangan menggunakan kalimat yang terlalu bertele-tele."Pertama adalah jelaskan kontribusi kamu dalam perusahaan. Kedua,     gunakan poin-poin untuk menjelaskan kontribusi     tersebut, urutkan dari kontribusi yang terbesar. Kamu bisa menuliskan     2-4  poin untuk setiap pengalaman," terangnya.


3. Tambahkan angka atau metrik

    Saat menulis deskripsi, kontribusi, atau pencapaian dalam perusahaan, sebaiknya tulislah menggunakan angka atau metrik.     Erin Carini menyebutkan, penggunaan angka di pengalaman kerja ternyata lebih mampu menunjukkan kepada HRD terkait     hasil positif dari pekerjaan yang pernah dilakukan. Kamu bisa menuliskan angka atau persentase yang telah kamu capai     selama bekerja di perusahaan tersebut. Misalnya, jika kamu seorang social media officer, kamu dapat menuliskan berapa     persen peningkatan engagement social media dalam satu bulan selama kamu bekerja.


4. Tuliskan pengalaman pekerjaan sukarela

    Bagi para fresh graduate atau mahasiswa, pengalaman pekerjaan biasanya belum terlalu banyak. Dilansir Zety, Michael     Tomaszewski, seorang Career Expert, mangatakan bahwa kamu bisa menambahkan pengalaman pekerjaan sukarela jika     memang belum memiliki pengalaman kerja. Pengalaman pekerjaan sukarela ini bisa berupa volunteering, paid internship,     atau bahkan organisasi. Ia juga menambahkan, jika kamu sudah memiliki pengalaman kerja, setidaknya 5 tahun, maka gak     perlu menuliskan pengalaman pekerjaan sukarela.


5. Sesuaikan pengalaman kerja dengan posisi yang dilamar

    Menurut Erin, banyak perusahaan yang sudah mulai menggunakan ATS untuk screening CV. Sistem ATS ini biasanya     memindai langsung CV sesuai kata kunci yang dicantumkan di kualifikasi perusahaan yang tercantum di iklan lowongan     kerja.


Oleh sebab itu, sebaiknya kamu menyesuaikan kata kunci yang ditulis di CV dengan kualifikasi perusahaan. Misalnya, jika perusahaan mencari graphic designer yang menguasai Adobe Photoshop, maka kamu dapat menyebutkan kata kunci 'Adobe Photoshop' di pengalaman.

Itu dia beberapa tips yang dapat kamu lakukan ketika menulis pengalaman di CV. Pastikan untuk menulis CV dengan maksimal, agar berpotensi besar lanjut ke tahap berikutnya, ya!

Sumber : 

https://www.idntimes.com/nisa-meisa-zarawaki

https://www.idntimes.com/life/career/nisa-meisa-zarawaki/tips-menulis-pengalaman-di-cv-c1c2?page=all





Link
Dilihat 559 kali