Loading...
Saturday, 03 Dec 2022

Career Development Center

Atma Jaya Catholic University of Indonesia

5 Tips Survive saat Kerja di Lingkungan Toxic, Mental Harus Kuat!

Berita Umum | 05 September 2022 09:33 wib
Bicara tentang dunia kerja, hampir semua orang pasti menyarankan untuk resign atau pindah tempat kerja demi kesehatan mental kalau lingkungan kerjanya toxic. Tapi kenyataannya tidak semua orang memiliki kebebasan seperti itu, bahwa sebagian orang mungkin terpaksa bertahan demi bertahan hidup meskipun lingkungan kerjanya toxic.

Tentu saja hal itu bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, tapi kalau memang harus bertahan, maka mentalmu harus sekuat baja untuk menghadapinya. Dan untuk itu, berikut ini ada beberapa tips untuk bisa survive jika bekerja di lingkungan toxic. Simak satu-persatu dan coba terapkan

1. Fokus menyelesaikan pekerjaanmu dengan benar

    Kalau memang dirimu terpaksa harus bertahan di lingkungan kerja yang toxic, maka tipsnya yang pertama ialah fokus pada     pekerjaanmu. Cukup fokus menyelesaikan semua pekerjaanmu setiap harinya dengan baik. Gak perlu mengeluh, mengurusi     pekerjaan rekanmu yang lain, atau melakukan hal-hal lainnya yang menyita perhatian. Bisa menjaga kinerjamu dengan baik     saja sudah cukup untuk bisa survive saat kerja di lingkungan yang toxic. 



2. Hindari konflik sebijak mungkin

    Tips yang kedua supaya bisa bertahan di lingkungan kerja toxic, ialah dengan menghindari konflik sebijak mungkin. Sebisa     mungkin jagalah hubungan dengan rekan kerja sedamai mungkin, bahkan kalaupun ada konflik yang terjadi lebih baik     jangan ikut campur.  Jadilah pihak netral yang tak berpihak pada siapapun di tempat kerja, bisa dibilang kalau hal ini adalah     cara untuk menjaga dirimu tetap aman. Karena saat bekerja di lingkungan yang toxic pencapaian tidak perlu dikejar, tapi     cukup jaga dirimu untuk tetap aman saja. 

3. Jangan terlalu menonjol dan menunjukkan semua skill supaya tak dimanfaatkan


    Tips untuk bisa survive di lingkungan kerja toxic ialah dengan tidak menjadi sosok yang menonjol. Terlepas dari banyaknya     skill yang kamu miliki, alangkah baiknya untuk tidak menunjukkan semuanya agar tidak dimanfaatkan. Karena semakin     tinggi keahlianmu, semakin banyak pula pekerjaan yang mungkin diberikan padamu. Karena yang namanya lingkungan     toxic, mereka tidak akan peduli seberapa lelah kamu dalam bekerja, selagi bisa dimanfaatkan maka kamu akan terus diberi     beban kerja berat karena dinilai paling bisa melakukannya.

4. Anggap kritik dan kata-kata buruk sebagai angin lalu

    Salah satu hal yang membuat lingkungan kerja dinilai toxic ialah jika di dalamnya tidak ada sikap suportif. Jadi kalau kamu     mau bertahan di sana, maka yang harus dilakukan ialah mengganggap kritik dan perkataan buruk sebagai angin lalu.      Dengan kata lain, apapun hal buruk yang dilakukan rekan kerjamu tidak perlu didengarkan dan dimasukkan ke hati. Kamu     hanya perlu fokus pada pekerjaanmu, karena kalau kamu pikirkan dan baper dengan ucapan toxic mereka bisa-bisa malah     emosi dan stres sendiri.

5. Cukup dekat sebatas formalitas saja dengan rekan kerja

    Kerja di tempat yang toxic itu gak perlu totalitas dalam berhubungan dengan rekan kerja. Cukup jaga hubungan baik     dengan mereka sebatas formalitas di tempat kerja saja, gak perlu sampai terlalu dekat dan terlibat dalam hidup dan urusan     mereka. Karena kerja di tempat yang toxic itu pasti hanya untuk gajinya, jadi cukup jaga apapun sebatas formalitas dan     profesionalitas saja. Dengan begitu kehidupan pribadi dan perasaanmu tetap aman terjaga, meskipun mentalmu yang akan     terus diuji di sana. 

Kalau kamu terpaksa bertahan kerja di tempat yang toxic, maka gunakanlah lima tips tadi untuk survive di sana. Yang paling utama adalah harus kuat mental menghadapi berbagai hal toxic di lingkungan kerja. 


sumber : 

https://www.idntimes.com/life/career/afifah-hanim/tips-survive-kerja-di-lingkungan-toxic-c1c2?page=all

afifah hanim - Follow me on instagram: @afifahhanim_lm

Link
Dilihat 335 kali