Loading...
Monday, 26 Sep 2022

Career Development Center

Atma Jaya Catholic University of Indonesia

5 Tanda Kamu Tidak Cocok Bekerja Secara Remote, Pahami!

Berita Umum | 04 Agustus 2022 09:16 wib
Pekerjaan remote punya banyak tantangan Saat ini, melakukan pekerjaan jarak jauh atau remote working adalah sesuatu yang semakin umum. Bahkan, hampir semua orang berharap mendapatkan pekerjaan remote. Alasannya, pekerjaan remote memungkinkan siapa pun mendapatkan penghasilan tanpa meninggalkan rumah, tidak perlu terjebak macet saat berangkat atau pulang bekerja, tidak terlalu senang bertemu orang, dan sebagainya. Sayangnya, meskipun menarik, tidak semua orang cocok dengan pekerjaan remote. Untuk bisa bekerja jarak jauh dengan baik, kamu memerlukan banyak penyesuaian. Tanpanya, kamu akan kesulitan untuk sekadar menyelesaikan pekerjaanmu.
1. Sulit memotivasi diri sendiri
    Motivasi diri adalah sifat yang wajib dimiliki oleh remote worker. Pasalnya, kamu akan bekerja dari tempat ternyaman     dengan sedikit atau tanpa kontak fisik langsung dengan manajemen dan kolega, yang rentan membuat kamu menjadi     malas. Karenanya, kamu harus tetap termotivasi untuk bekerja dan menunjukkan inisiatif dalam melaksanakan tugas.     Setiap karyawan pasti pernah merasa malas bekerja pada beberapa momen di hidupnya.
    Bedanya, suasana kantor yang kondusif membuat karyawan kantor bisa bersikap profesional dan menyelesaikan     pekerjaannya meskipun dalam suasana hati yang buruk. Jika seorang remote worker tidak memiliki motivasi diri, ini akan     sangat memengaruhi etos kerja.

2. Tidak melek teknologi
    Teknologi adalah pondasi dalam melakukan pekerjaan remote. Setiap komunikasi, mengerjakan tugas, dan serah terima     pekerjaan melibatkan teknologi. Jadi, tidak memahami teknologi akan sangat menyulitkan pekerjaanmu sebagai remote     worker. Karena kamu melakukan pekerjaan remote secara online, kamu harus memiliki pengetahuan mendalam tentang     penggunaan praktis perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak. Tanpanya, kelancaran komunikasi, absensi, pengerjaan     tugas, penyerahan tugas, dan sebagainya akan terganggu.

3. Kesulitan mengelola proyek
    Sebagai seorang remote worker, kamu diharapkan tahu bagaimana cara mengelola beberapa proyek dengan baik. Atasan     tentunya tidak ingin mendengar bahwa kamu tidak dapat menyelesaikan pekerjaanmu karena kesulitan membuat skala     prioritas. Ada banyak sekali alat manajemen proyek yang tersedia yang dapat membantu kamu mengatur proyek,     menetapkan prioritas, memvisualisasikan tenggat waktu, dan mengalokasikan sumber daya. Temukan alat manajemen     proyek terbaik sesuai dengan kebutuhanmu dan kamu akan bisa membuat skala prioritas dengan lebih baik.

4. Tidak memiliki keterampilan manajemen waktu
    Pekerjaan remote sering kali menciptakan ilusi bahwa kamu memiliki banyak waktu. Ini karena kamu berada dalam situasi     yang nyaman dan tidak ada siapa pun yang terus mengejar kamu untuk segera menyelesaikan tugas. Namun, jam terus     berjalan dan sebelum kamu menyadarinya, ternyata kamu telah melewati tenggat waktu dan belum menyelesaikan     pekerjaan. Manajemen waktu yang efektif adalah keterampilan yang harus kamu miliki sebagai remote worker.
    Membuat to do list adalah salah satu cara terbaik untuk mengatur waktu secara efisien. Jika kamu tidak disiplin dengan     waktu, kamu akan kesulitan menyelesaikan semua tugasmu.

5. Rentan terhadap gangguan
    Salah satu kelebihan pekerjaan remote adalah memungkinkan kamu untuk terus berada di dekat orang-orang yang kamu     cintai, seperti orangtua, pasangan, atau anak. Namun, mereka semua juga bisa menjadi sumber gangguan yang membuat     kamu tidak fokus dengan tugasmu.
    Entah kamu bekerja dari kantor atau rumah, semua tugas dan kewajiban harus dilakukan dengan konsentrasi penuh untuk     mendapatkan hasil yang terbaik. Karenanya, kamu perlu menghindari gangguan dan fokus pada tugas saat sedang bekerja.
    Kamu bisa meminimalkan gangguan dengan menghindari HP, bekerja di ruangan khusus, dan meminta orang rumah untuk     tidak mengganggumu saat kamu sedang bekerja.
 
    Pekerjaan remote memang mengubah dinamika kerja. Namun, perlu diakui bahwa bekerja secara remote membutuhkan     skill khusus. Jika kamu tidak paham akan semua konsekuensi yang mungkin ditimbulkan, kamu akan kehilangan motivasi     dan kesulitan menjalani pekerjaanmu.

Sumber : 
https://www.idntimes.com/eka-amira


Link
Dilihat 115 kali